Kamis, 15 Mei 2014

PENDEKAR KERANJANG BRONJONG


Kucabut sabit pedang kebesaran
Memakai tudung caping kerucut
Ber Zirah merah kaos oblong bolong
Tak lupa sebungkus singkong rebus

Kodok ngorek gangsir mendesir
Mengiring jejak laju langkah
Bergegas menuju medan laga
Jauh wajah dari gagah
Namun berani dan bernyali

Menyabit
mengarit
Mengais gesit
Tak peduli rintihan rumput
Tubuh bersimbah keringat kecut
Menyatu legam debu dan daki
Padang gersang taklut berlutut
Akulah pendekar keranjang bronjong

Pendekar pulang
Datang ke kandang
Membawa sepikul rampasan perang
Riuh gaduh lenguhan menyambut
Bak pahlawan bagi sapi

Di bale bambu reot nan rapuh
Leyeh-yeleh lelah kuletak
Bermimik memelas simbok mendekat
Membawa sebuntel gendar pecel
Terasa lapar perut melilit
Kusantap lahap pedasnya
Pass.


By/ryan rapopo
(oto biografi era 80an)

1 komentar:

  1. kini pedang kebesaran sudah tak tajam lagi
    tudung caping pun sudah bocor
    ubi pun sudah tidak ada yang mau di rebus lagi
    karna sabit pedang sudah berubah jd stick golf.
    , < itulah kisah sang pendekar yang sabar menghadapi cobaan hidup >.. kwkwkwkwwkwkwkwk

    BalasHapus