Jumat, 05 September 2014

PERBEDAAN BERIBADAH

SRR - KAMPAR
(*jr)
Setelah bermalam di masjid itu, Bupati dan rombongan SDP menunaikan Sholat Tahajjud dilanjutkan subuh berjemaah.

Lepas itu, Jefry kembali memberikan Siraman Rohani untuk seluruh peserta Iktikaf tentang pedoman beribadah hanyalah kepada sunnah Rosulullah SAW dan tidak mencari perbedaan seperti halnya Sholat Subuh, “Jangan mencari perbedaan dalam beribadah seperti pada Sholat Subuh saja ada yang mengerjakan membaca Do'a Qunut tetapi ada juga yang tidak, itu tidak perlu dipertentangkan yang lebih penting adalah ikhlas dalam beribadah dan sesuai petunjuk Rosulullah SAW,” ingat Jefry.

Ia mencontohkan Prilaku Kaum Khawaris dalam mengerjakan ibadah, mereka rajin mengerjakan Sholat Tahajud hampir tiap malam tetapi dikerjakan tidak sebagaimana tuntunan yang diajarkan Rosulullah SAW, sehingga mereka tidak dijamin masuk sorga, untuk itu beribadah kita harus sesuai dengan ajaran yang di contohkan Rosulullah.

Asisten 1 Setda Kampar Kecewa Banyak Kades tak Hadiri SDP

SRR - KAMPAR
(*jr)
Kampar Timur - Asisten 1 Setda Kampar Nukman Hakim sampaikan kekecewaannya  pada Camat dan Kepala Desa (Kades) ketika Kunjungan tim safary Dakwah Pembangunan (SDP) Pemda Kampar ke Masjid Baitul Amal  di Dusun I Tarok Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampar Timur dalam rangka aktifitas rutin mingguan dengan kegiatan iktikaf dan SDP.

Kekecewaan Nukman karena Dari 9  Desa di Kecamatan Kampar Timur hanya tiga Kades yang hadir ketika sesi diskusi bersama perangkat Desa, Kelurahan  dan masyarakat dalam penyampaian aspirasi pembangunan.

Nukman menjelaskan, Kunjungan tim SDP bersama rombongan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, dalam rangka mengisi dan menyukseskan program pembangunan yang kita laksanakan dengan lima pilar pembangunan untuk mewujudkan masyarakat Kampar yang terbebas dari kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.

Selain beribadah memohon hidayah yang Maha Kuasa dalam menjalankan roda Pemerintahan, ada juga penyampaian aspirasi,  Sampaikan semua persoalan baik Infrastruktur, pendidikan, soal tanah dan lainnya termasuk potensi Desa.

Nanti akan dilakukan peninjauan lokasi untuk mengecek kebenaran dan kenyataan di lapangan, selanjutnya akan dibahas bersama, mana saja persoalan dan aspirasi pembangunan yang patut  di prioritaskan penyelesaiannya, maka akan diutamakan dan dimasukkan dalam usulan pembangunan,kata Nukman.

Seharusnya Kades tanggap, ikut hadir bersama melaksanakan SDP, manfaatkan moment ini, tetapi kenyataannya sebaliknya banyak Kades yang tidak hadir, bagaimana wilayahnya mau berkembang kalau seperti ini atau Desa lain sudah merasa maju sehingga tidak butuh bantuan Pemda lagi, ujar Nukman kecewa.

Disamping itu Nukman Hakim berpesan agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dan keluarga menghadapi kemajuan zaman, mengisi diri dengan ilmu pengetahuan dan kerja keras, lakukan hal ini mulai sekarang untuk meningkatkan tarap hidup dan masa depan yang lebih baik.

Manfaatkan program pembangunan Pemda untuk peningkatan ekonomi dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti program di bidang pertanian dengan pelatihan pertanian terpadu P4S, ada program pelatihan menjahit, ada Koperasi sampai kepada layanan kesehatan melalui Puskesmas yang sekarang harus di buka 24 jam dan banyak lagi, semua itu di gratiskan bagi masyarakat miskin, tinggal masyarakatnya lagi mau atau tidak untuk maju

Pentingnya Akhlak dan Moral Bagi Tiap Individu

SRR - KAMPAR
(*jr)
SAfARY Dakwah Pembangunan (SDP) rombongan Jefry Noer, Bupati bersama Pimpinan Satuan Kerja Pemerintah daerah (SKPD) Pemda Kampar kali ini, Jumat malam (29/8) diberi siraman rohani oleh Ustad Makmur bertemakan "Pentingnya akhlak dan moral yang baik bagi setiap individu".

Rombongan mendengarkan tausiyah di Masjid Baitul Amal di Dusun I Tarok Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampar Timur ba'da maghrib sambil menanti datangnya waktu isya.

Ustad Makmur menjelaskan, peningkatan Akhlak dan Moral menjadi pondasi yang dibuat oleh Bupati Kampar dalam membangun merupakan sebuah rakhmat yang besar maka awali dengan wudhu yang benar dalam  mengerjakan sholat merupakan awal baiknya akhlak dan moral bagi tiap individu.

Dikatakanya, dengan sholat yang benar insyaallah akan memantulkan kepada budi pekerti yang baik dalam prilaku keseharian, karena itu mari kita jaga sholat.

"Sungguh ini orang yang luar biasa bagi Kabupaten Kampar memilik pemimpin yang taat dan mengedepan agama dalam membangun daerah, sebab memiliki akhlak yang mulia itu sama dengan mendapat pahala orang yang rajin sholat sunat malam 1000 kali, begitu juga bagi masyarakat desa Tanjung Bungo kedatangan pemimpin bersama ibu bupati," jelasnya.

Ustad itu menegaskan, tidak akan baik Kampar ke depan kalau tidak diiringi dengan akhlak yang baik, untuk menciptakan akhlak yang baik bukan saja tanggungjawab pemerintah tetapi kita bersama, karena itu didiklah anak sejak masih kecil agar memiliki akhlak yang baik.

Uraian tausiyah Ustad Makmur ini mengingatkan kepada ummat muslim untuk terus membekali diri dan memantapkan keimanan sehingga harapan besar dengan landasan akhlak dan moral yang lebih baik dapat memajukan Kabupaten Kampar lebih baik pula.

Harapanya, jika tiap individu sebagai pelaku pembangunan akhlak dan moral, budi pekertinya sudah baik maka hasil dari kerja yang dilakukan mendapat rahmat dan berkah dari Allah SWT.

JEFRY ; "JAGALAH HATI JANGAN SAMPAI MATI"

SRR - KAMPAR
(*jr)
KAMPAR TIMUR - Bupati Kampar H.Jefry Noer memberikan tausiyah lepas sholat isya berjemaan pada kegiatan Safary Dakwah Pembangunan (SDP) Jumat (29/8) di Masjid Baitul Amal di Dusun I Tarok Desa Tanjung Bungo.

Bupati terdengar agak menggerutu dengan bahasa sindiran melihat shaf sholat berkurang dari jumlah saat sholat magrib.

"Diawal sholat magrib tadi sama-sama kita lihat jamaah sholat begitu padat tetapi pada sholat isya jauh menyusut shaf sholat, artinya jamaah sholat makin sedikit, hal ini merupakan suatu tanda kemerosotan iman," katanya membuka tausiyahnya.

Berkurangnya jamaah sholat lanjutnya, mudah-mudahan ini hanya disebabkan jamaah banyak yang lapar saja, karena sudah malam, namun begitu apakah ini pertanda hati yang mati, ucapnya.

Jefry kembali meneruskan, karena apa? disini kita sedang mendengarkan ceramah terlihat banyak yang tidak tahan karena itu lebih memilih pulang dari pada mengisi makanan hati dengan siraman rohani.

Sindiran Bupati itu ditujukan kepada peserta yang ikut SDP,  "Peserta yang ikut Safary ini adalah pejabat yang dapat mengambil keputusan mulai dari eselon II, III dan IV maka perlu menurunkan sombong, karena hidayah akan masuk jika kita dapat menurunkan sombong," ujarnya.

Tempat tidur yang empuk dengan kamar ber AC, semua yang diinginkan ada begitu juga mau makan apa saja tersedia, itu semua kami tinggalkan dengan satu tujuan untuk memohonkan hidayah Allah dan menghilangkan sombong pada diri, dengan begitu hidayah dapat masuk dan insyaallah untuk membangun Kampar agar maju dan berkembang dapat terwujud.

Sebagus apapun program pembangunan yang dimiliki kalau tidak diikuti dengan akhlak dan moral yang baik pasti tidak akan membawa keberhasilan atau  hasil yang baik, katanya.
Melalui SDP mempererat silaturahmi Pemda Kampar dan masyarakat, untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi kebutuhan pembangunan.

"Nanti kita akan buka sesi tanyajawab antar pemda dan masyarakat agar dapat disampaikan apa saja keluhan dan kebutuhan pembangunan yang dibutuhkan termasuk jika ada persoalan Desa dan Kecamatan, apa potensi wilayah, sampaikan semua agar besoknya kami dapat turun lapangan mengecek kebenaran di lapangan untuk dicarikan solusinya," terang Jefry.

Diantara aspirasi yang ditampung langsung oleh Bupati adalah soal tanah ulayat masyarakat supaya dibuatkan surat tanahnya atau sertifikat

Menanggapi itu, Jefry menjelaskan bahwa surat tanah ulayat tidak bisa dibuat oleh pemerintahan, akan tetapi sebatas surat keterangan hak pakai untuk tanaman saja, insyaallah bisa asal ada permohonan dari warga kepada kades, camat kemudian diteruskan ke Bupati.

Begitu juga soal permohonan bantuan sarana dan perizinan sekolah, soal permohonan pembangunan jembatan.

"Kami datang ini memang untuk mendengar aspirasi masyarakat baik itu soal ekonomi, infrastruktur dan lainnya, sampaikan langsung ke Bupati atau rombongan SDP lainnya, dan langsung saya bahas dengan Dinas terkait untuk mencari solusinya setelah tim turun meninjau langsung lokasi," kata Jefry.

Tetapi perlu diingat, Kampar terdapat 250 desa dan kelurahan, maka setelah ditinjau tentu menurut skala prioritas pembangunan.

50 Unit Rumah Terendam Banjir

SRR - KAMPAR
(*jr)
Kamparkiri-Banjir bandang tiba-tiba melanda Desa Muara Selaya, setidaknya 50 unit rumah terendam hingga setinggi telinga orang dewasa.

Minggu pagi (31/8) Amizur Ilyas, Kepala Dinas Sosial, Hj Eva Yuliana, SE, Ketua TP-PKK. Kabupaten Kampar bersama rombongan, diantaranya anggota DPERD dari Partai Demokrat, Rahmat Jevary Juni Ardo, Syarifudin alias Arif Subayang dan Repol, dari Partai Golkar turun ke lokasi sambil membawa bantuan 55 paket dari Dinas Sosial dan BNPB serta bantuan Rp10 juta dari Hj Eva Yuliana, SE.

Wazar, Kepala Desa Muara Selaya langsung menerima bantuan itu bersama perwakilan warga secara simbolis.

"Terjadi banjir bandang sekitar pukul 23.00 wib Sabtu (30/8), ketinggian mencapai telinga orang dewasa, air mulai turun sekitar pagi pukul 10.00 wib," kata Wazar.

Anizur minta masyarakat waspada, kemungkinan sampai bulan Desember bisa terjadi lagi, maka siap-siap mengungsi ke tempat yang tinggi, kalau sudah hujan lebat

"Dinas sosial memberikan paket bantuan berupa ceret, tikar, beras 15 kg, kecap, sarden, panci, indomie 1 kardus (bnpb) sebanyak 55 paket," kata Anizur Ilyas, Kepala Dinas Sosial

Sementara itu Hj Eva Yuliana, SE menyampaikan"Banjir terjadi mungkin ulah tangan jahil kita-kita sendiri, namun demikian daerah ini memang menjadi langganan banjir, maka perlu diwaspadai, hati-hati lagi  jika sudah tiba hujan deras," kata Eva

Eva mengingatkan kepada warga yang tinggalnya dekat sungai karena ini menjadi rutinitas bencana, kalau mungkin warga yang punya tanah lain, supaya bisa terhindar dari banjir akan diupoyakan rumah bantuan layak huni.

Namun jangan sampai sudah dibangun ada keluarga yang nuntut, yang berhak tidak menempatinya.

Salah satu warga yang ditemui bernama Nurhayati panggilan akrab Lomban terlihat baru saja selesai beres-beres rumahnya, "Rumah kami terendam hingga bahu," katanya.

Susi, warga yang tinggal ditepian sungai di desa itu menyebutkan air baru susut sekitar pukul 10.00 wib, subuh hari air naik.

Di tempat lain, Bidan Linda yang dekat Kantor Desa turun terendam banjir, seisi barang-barang dan alat-alat medis rusak dan terendam termasuk kantor desa, seluruh saran dan prasarana yang ada terendam dan pemilik sederet rumah yang ada di sana menjemur harta benda mereka yang terendam.