Jumat, 05 September 2014

50 Unit Rumah Terendam Banjir

SRR - KAMPAR
(*jr)
Kamparkiri-Banjir bandang tiba-tiba melanda Desa Muara Selaya, setidaknya 50 unit rumah terendam hingga setinggi telinga orang dewasa.

Minggu pagi (31/8) Amizur Ilyas, Kepala Dinas Sosial, Hj Eva Yuliana, SE, Ketua TP-PKK. Kabupaten Kampar bersama rombongan, diantaranya anggota DPERD dari Partai Demokrat, Rahmat Jevary Juni Ardo, Syarifudin alias Arif Subayang dan Repol, dari Partai Golkar turun ke lokasi sambil membawa bantuan 55 paket dari Dinas Sosial dan BNPB serta bantuan Rp10 juta dari Hj Eva Yuliana, SE.

Wazar, Kepala Desa Muara Selaya langsung menerima bantuan itu bersama perwakilan warga secara simbolis.

"Terjadi banjir bandang sekitar pukul 23.00 wib Sabtu (30/8), ketinggian mencapai telinga orang dewasa, air mulai turun sekitar pagi pukul 10.00 wib," kata Wazar.

Anizur minta masyarakat waspada, kemungkinan sampai bulan Desember bisa terjadi lagi, maka siap-siap mengungsi ke tempat yang tinggi, kalau sudah hujan lebat

"Dinas sosial memberikan paket bantuan berupa ceret, tikar, beras 15 kg, kecap, sarden, panci, indomie 1 kardus (bnpb) sebanyak 55 paket," kata Anizur Ilyas, Kepala Dinas Sosial

Sementara itu Hj Eva Yuliana, SE menyampaikan"Banjir terjadi mungkin ulah tangan jahil kita-kita sendiri, namun demikian daerah ini memang menjadi langganan banjir, maka perlu diwaspadai, hati-hati lagi  jika sudah tiba hujan deras," kata Eva

Eva mengingatkan kepada warga yang tinggalnya dekat sungai karena ini menjadi rutinitas bencana, kalau mungkin warga yang punya tanah lain, supaya bisa terhindar dari banjir akan diupoyakan rumah bantuan layak huni.

Namun jangan sampai sudah dibangun ada keluarga yang nuntut, yang berhak tidak menempatinya.

Salah satu warga yang ditemui bernama Nurhayati panggilan akrab Lomban terlihat baru saja selesai beres-beres rumahnya, "Rumah kami terendam hingga bahu," katanya.

Susi, warga yang tinggal ditepian sungai di desa itu menyebutkan air baru susut sekitar pukul 10.00 wib, subuh hari air naik.

Di tempat lain, Bidan Linda yang dekat Kantor Desa turun terendam banjir, seisi barang-barang dan alat-alat medis rusak dan terendam termasuk kantor desa, seluruh saran dan prasarana yang ada terendam dan pemilik sederet rumah yang ada di sana menjemur harta benda mereka yang terendam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar