Jumat, 18 Oktober 2013

KEPEMIMPINAN YANG OTORITER TIDAK LAYAK BERADA DI INDONESIA INI


  • TERDENGAR ANEH JIKA CALON PEMIMPIN TIDAK TAHU LAMBANG NEGARANYA DAN JUGA BUTIR BUTIR PANCASILA
  • NEGARA DEMOKRASI JANGAN DI SULAP MENJADI NEGARA KERAJAAN
  • BANYAK PEMIMPIN DAN CALON PEMIMPIN YANG LUPA AKAN SEJARAH BANGSA INI JUGA UUD 1945
  • BILA DI SURVEY HAMPIR 70 % PEMIMPIN DI NKRI INI LUPA DENGAN ISI DARI SILA SILA YANG ADA DI PANCASILA
RIAU-SRR
(*002)
            Sejarah adalah kekayaan suatu Bangsa,apalagi Bangsa tersebut memiliki Agama,Budaya,Adat,Suku yang beraneka ragam dan dikarenakan keanega ragaman tersebut terciptalah Persatuan & Kesatuan sesuai dengan Sila ke 3 yang ada di Lambang Negara Republik Indonesai PANCASILA dan sejarah bisa menciptakan rasa patriotisme yang tinggi terhadap individu anak Negeri,rasa memiliki,rasa menyayangi dan rasa mencintai akan terpatri kokoh di sanubari masing masing anak Negeri ini apalagi bila kita tilik ke bunyi dari SUMPAH PEMUDA maka kita akan semakin bangga menjadi bagian dari Negara yang kita cintai ini Republik Indonesia.
            Namun belakangan ini kita sangat menyayangkan,banyaknya para Pejabat atau Pemimpin yang lupa akan Lambang Negaranya sendiri belum lagi 5 Sila yang ada di dada Burung Garuda dan tentunya Butir Butir PANCASILA ,akibat lupa akan semua itu maka semakin hancur dan terpuruklah Negara yang kita cintai ini.bila kita ingat sejarah sudah ribuan liter Darah yang tertumpah dan ratusan ribu nyawa yang melayang untuk meraih Kemerdekaan Negara yang kita cintai ini,penderitaan yang berkepanjangan sudah cukup di tahankan oleh Rakyat Indonesia ini dari penjajah dan kenapa setelah Indonesia merdeka masih banyak lagi penjajah bermunculan yang lebih menyakitkan penjajah itu adalah Sebangsa,Setanah Air dan satu bahasa.
            Indonesia sudah melalui banyak rezim tapi kenapa para Pemimpin tidak mahu dewasa juga dalam memimpin,malah merasa bangga bila Pemimpin tersebut bisa menaklukkan seluruh Masyarakat yang ada di Desanya,Kecamatanya,Kabupatenya dan Negaranya ini sungguh memalukan dan sangat perbuatan tercela ada pepatah kuno mengatakan”Bila tersesat di ujung jalan,kembalilah ke pangkal jalan”Indonesia ini adalah Negara Demokrasi bukan Negara Kerajaan biarkan Rakyat bersuara dan biarkan Rakyat memilih karena kedaulatan suatu Bangsa ada di tangan Rakyatnya.
            Dunia pendidikan di Indonesia ini menurut para pakar sudah melaju pesat tapi bila kita survey masih banyak anak didik tingkat SMP/Sederajad yang tidak tahu hari hari besar dan bersejarah di Indonesia ini,salah satu contoh 1 Oktober,28 Oktober,ada apa ini??dan anehnya kenapa buku buku sejarah tidak ada lagi di sekolah dan anak anak sekarang lebih mengetahui sejarah dari Superman,Batman mereka lebih tahu sejarah Negara luar dari pada sejarah Bangsanya sendiri.Bangsa Indonesia ini adalah Bangsa yang berketuhanan tapi kenapa para Pejabat dan Pemimpin sekarang malah banyak yang menjadikan tuhanya adalah Uang,Harta kekayaan sehingga mereka lupa dengan Hak dan Tanggung jawabnya.
            Sebagai umat berAgama tidak sepantasnya jadi pemimpin yang OTORITER karena itu sangat merugikan Rakyatnya dan kepemimpinan yang OTORITER akan berakhir dengan tidak menyenangkan,contoh sudah banyak kita lihat di belahan dunia ini setiap pemimpin yang OTORITER berakhirnya sangat menyakitkan karena akan mendapat hujatan,caci maki malah ada yang sampai tewas di tangan Rakyatnya sendiri dan dampak buruk dari kepemimpinan yang OTORITER pasti selalu terjadinya KORUPSI dan lahirlah para KORUPTOR yang akhirnya Rakyat juga yang jadi korban dan sengsara,upeti upeti(PAJAK) dari rakyat malah sering kena mafiakan dan sampai akhir hayat Rakyat tidak pernah merasakan arti dari Kemerdekaan tersebut,PANCASILA,UUD 1945 hanya sebagai pajangan saja karena isi dari semua itu tidak pernah tertuang dan sampai ke Rakyat Indonesia.

2 komentar:

  1. jalani hidup yang cuma sekali
    siapkan amunisi,,,
    untuk tetap bergeraak
    untuk tetap berontak
    menyusuri.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. tepat sekali dn jika Sukarno cuma butuh 10 pemuda untuk mengguncang Dunia,mngkn klw Indonesia cuma butuh 1 Pemuda untuk merubahnya agr lbh baik kedepanya.......

      Hapus