Jumat, 18 Oktober 2013

OKNUM PNS KABUPATEN ROKAN HILIR IKUT BERMAIN PROYEK



Ø  PROYEK SEMENISASI DI KECAMATAN TANAH PUTIH
Ø  PROYEK SEMENISASI DI DUGA TIDAK SESUAI BESTEK DAN AJANG KORUPSI
Ø  PROYEK SEMENISASI SUDAH MEMAKAN KORBAN
 ROKAN HILIR-SRR
(*021)

            Penguatan insfrastruktur di tingkat Kelurahan dan Desa sudah menjadi proritas pihak Kabupaten Rokan Hilir(ROHIL)dan kegunaan dari proyek tersebut sangat berdampak bagi masyarakat dan menjadi penunjang meningkatnya SDM di Daerah tersebut,namun sangat di sayangkan setiap proyek yang ada di Kabupaten Rokan Hilir selalu lepas dari pengawasan (Kongkalikong), sehingga mutu dari proyek yang ada hanya berumur 6 bulan saja, sehingga menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat yang telah lama merindukan jalan semenisasi tersebut dan selain itu masyarakat saja sudah ada yang menjadi korban akibat dari pengerjaan proyek yang tidak sesuai bestek.

            Proyek semenesiasi ini bertempat di RT 06, RW 07 Kelurahan sedinginan, kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir(ROHIL) dan menurut informasi dari masyarakat hal seperti ini sudah lazim untuk di Kecamatan Tanah Putih dan proyek yang tidak kunjung selesai juga sudah jadi tontonan umum di Kabupaten Rokan Hilir ini, Jika pihak Pusat datang dan mau mengaudit penggunaan Uang Negara Di Kabupaten Rokan Hilir ini untuk Proyek, bisa dikatakan di Kabupaten Rokan Hilir ini banyak Uang Negara yang terbuang sia-sia(MUBAZIR).

            Namun mengingat sebentar lagi pesta Demokrasi gelombang II tepatnya 30/11, maka untuk konfirmasi saja sulit di jajaran Pemkab Rokan Hilir karena Bupati Rokan Hilir H.Anas Maamun ikut dalam putaran II dan disana penentuan nasib Riau ini 5 Tahun kedepan, sulitnya untuk konfirmasi di jajaran Pemkab Rokan Hilir mengenai proyek-proyek yang tidak jelas tersebut mengakibatkan pemberitaan yang tidak berimbang dan menurut data yang ada pemilik proyek ini adalah Bapak Peli yang juga PNS di jajaran Pemkab Rokan Hilir, inilah keunikan di Kabupaten Rokan Hilir Pegawai Negeri Sipil(PNS) saja bisa ikut bermain proyek dan wajar saja jika hasil dari proyek tersebut tidak sesuai dengan bestek dan bertentangan dengan hati masyarakat, namun apa mau di kata kalau kekuatan itu masih milik mereka seutuhnya(Jadi penonton aja deh..)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar