Minggu, 06 Oktober 2013

BUAH TIDAK PERNAH JATUH,JAUH DARI POHONNYA



                    
                  KANTOR DESA SEKELADI BUKA LAMA DAN
                               TUTUP KANTOR LEBIH AWAL

  • APARATUR DESA SEKELADI DI DUGA OGAH-OGAHAN DALAM BEKERJA. 
  • DAMPAK NEGATIVE BAGI PENCITRAAN APARAT PEMERINTAHAN ROKAN HILIR 
  • MASYARAKAT MERASA DI RUGIKAN ATAS TINDAKAN APARAT DESA SEPERTI ITU.   

SEKELADI-ROHIL
RIAU-SRR  
  Seyogianya Kantor Pemerintahan harus memberikan contoh yang baik bagi seluruh lapisan masyarakatnya, bukannya malah memberikan sesuatu hal yang negative dan menimbulkan asumsi yang jelek terhadap aparatur serta kinerja dari pejabat pemerintahan, baik itu pemerintah Desa/Kelurahan maupun pemerintah kota/kabupaten . Pasalnya, masyarakat yang ada memerlukan suatu figure yang harus di teladani dan di percaya. Karena dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini masyarakat sudah mengalami krisis kepercayaan terhadap para pejabat-pejabat teras dan para pemimpin yang duduk di bangku empuk milik pemerintah. 
     Kenapa tidak!!! Oleh karena tindakan yang sepele, sedikit prilaku dan tutur kata yang terkadang kurang pantas untuk di ucapkan di dalam menjalankan kerja dan menunjukkan kinerja sebagai tanggung jawab kepada para atasan, terkadang masyarakat yang menjadi sasaran dan menerima akibat dari perbuatan itu semua. Dan bisa di katakana masyarakat yang selalu mengalami kerugian atau di rugikan. 
     Seperti yang di alami masyarakat Desa Sekeladi yang acap kali merasakan ketidak nyamanan hati ketika mendatangi dan melihat kantor Desa yang tidak tepat waktu jam berbuka kantornya. Warga sering mendapati Kantor Desa di pagi hari belum buka dan baru buka pada pukul 9 pagi. Dan hal itu otomatis membuat segala pengurusan masyarakat akan terkendala dan efeknya bagi masyarakat juga. 
     Dengan lamanya waktu buka kantor Desa Sekeladi Kec.Tanah Putih Kab.Rohil itu berarti sudah tidak mengikuti dan sesuai dengan peraturan pemerintah RI. Dan hal itu juga dapat merusak citra aparatur pemerintahan di Kabupaten Rokan Hilir tentunya. Secara otomatis tindakan yang di lakukan aparat Desa tersebut akan menimbulkan persepsi dan asumsi yang negative dari masyarakat dan akan berbuntut bertambah parahnya krisis kepercayaan terhadap para aparatur pemerintahan dan terhadap kepemimpinan yang ada. 
     “Karena pada dasarnya masyarakat menginginkan segala pengurusan mereka di kantor pemerintahan berjalan dengan lancar dan cepat kecuali ada kendala tehcnik atau kerusakan pada Computerisasi. Soalnya kebanyakan dari masyarakat yang ada di pedesaan khususnya kurang mengerti/memahami serta kurang mengetahui dengan jelas Peraturan Pemerintah yang ada khususnya perihal pengurusan surat-menyurat “, ungkap warga beberapa waktu lalu kepada wartawan.(*022)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar