Rabu, 16 Oktober 2013

SHALAT IDUL ADHA MEMENUHI HALAMAN MESJID NURUL HIDAYAH



MANDAU-BENGKALIS
Suara Rakyat Riau

Pantauan wartawan SRR di Mesjid Nurul HIDAYAH pada tanggal 15 oktober tepat nya hari raya raya idul adha. Disimpang puncak dengan jamaah hampir  600 jiwa untuk mengikuti Shalat Idul Adha.
Berhubung cuaca yg cerah jamaah Shalat Idul Adha bresedia melaksanakan Shalat Idul Adha di Mesjid dengan berdesak-desakan yang memimpin sebagai imam BKM Mesjid Nurul Hidayah yaitu  ROJIMIN.
Dan sebagai Khatib adalah tokoh masyarakat dan selaku RW 06 di DESA SEBANGARyaitu Bapak H. AMANSYAH, Dan Alhamdulah Shalat Idul Adha dapat dapat berjalan mulus tanpa ada hambatan apapun.

Dan mengingat kurangnya alas tikar diMesjid Nurul Hidayah bahkan pengurus Mesjid menganjurkan sebelum berangkat dari rumah agar membawa tikar masing- masing, karna persedian tikar diMesjid kurang memadai dan Shalat Idul Adha dapat di laksanakan pada pukul 08 wib, bahkan ada masyarakat yang tidak memakai alas tikar dan rela bersedia duduk diatas tanah demi melaksanakan Shalat Idul Adha. Selaku iman member dan mengajari tata cara Shalat Idul Adha selaku imam( ROJIMIN), memaparkan shalat adha dua rakaat dengan tujuh takbir, setiap rakat pertama sampai rakaat kedua.

Dan selesai di laksanakan idul adha maka khatib menaiki diatas mimbar dibawakan oleh tokok masyarakat selaku RW 006 Bapak  H.AMANSYAH dan tema yang dibawanya yang berjudul Berkorban dijalan Allah harus  iklas. Karna Berkorban itu bukan karna daging atau darah tapi melainkan keiklasan yang berkorban, sesuai dengan ayat Alquran yaitu tentang Nabi Ibrahim yang di minta Allah untuk mengorbankan putranya Ismail As dan saling membagi kepada tetangga nya. Dan jangan pernah ragu-ragu berjuang di jalan Allah, lanjutan pemamparan dari tokoh masyarakat selaku khatibnya dan pembawa doa nya langsung dibawanya oleh Bapak H.Amansyah.

Dan setelah shalat selesai wartawan SRR menghampiri dan konfimasi kepada tokoh masyarakat sekaligus sebagai khatib yaitu Bapak H.Amansyah. lanjut menerangkan tahun ini kami tidak dapat mengundang ustad dari luar karena dana kami tidak ada, mau tak mau kami memberanikan diri untuk melaksanakan Shalat Idul Adha walaupun ceramah nya tidak sepenuhnya seperti Ustad benaran. Alhamdulliah dan dibantu oleh tokoh-tokoh agama yang ada di simpang puncak tepatnya gang Mesjid. Setelah Shalat Idul Adha kami akan melaksanakan pemotongan korban telah kami susun panitianya pemotongan korban sekitar 40 jiwa,  jumlah sapi yang ada diMesjid 8 ekor ditambah kambing 3 ekor. Dengan rincian 4 ekor dari PKJT (Persatuan Keluarga Jawa Timur) yang 3 ekor dari  masyarakat setempat 1 ekor dari H.Annas Maknum yang merupakan Calon Gubernur Riau, kambingnya dari tokoh-tokoh masyarakat setempat dan korban tersebut dibagikan untuk 7 RT. Dan kami  berikan  kupon kepada RT-RT setempat untuk membagikan kepada warganya sebagai penganti pengambil daging. Alhamdulilah Acara kurban pun berjalan lancar pada pukul 03 siang siap dibagikan kepada masyarakat dan kami ucapkan Beribu terimakasih kepada panitia2 yang telah meringan kan tangannnya dan melapangkan waktunya atas pelaksanaan kurban tersebut. (*006)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar