Jumat, 08 Agustus 2014

ISIS SEBAGAI GERAKAN YANG BERBAHAYA DI INDONESIA

SRR - NASIONAL 
Beberapa minggu ini, masyarakat Indonesia dihadapkan pada pemberitaan diberbagai media baik cetak maupun elektronik tentang berkembangnya organisasi ISIS (Islamic State of Irak and Syria). Sebuah organisasi yang awalnya berada di Timur Tengah (Irak dan Syria) ini bertujuan akan membangun Daulah Islamiah (Kekhalifahan). Sebagian kecil warga negara Indonesia diduga telah turut menyatakan diri sebagai bagian dari ISIS (berbaiat), baik yang berada di Indonesia maupun yang berada di Luar Negeri. Kemunculan gerakan bernama Islamic State of Irak and Syria, Senin siang dibahas secara khusus, dalam rapat terbatas di Istana Negara Jakarta. 

Pemerintah Indonesia, tegas menyatakan, gerakan yang belakangan mengerucut menjadi Islamic State ini sebagai gerakan terlarang dan minta warga untuk waspada. Keberadaan faham dan organisasinya mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sikap pemerintah ini juga diikuti oleh ormas Islam dan tokoh agama yang juga memberikan pernyataan sikap yang sama. 

Berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dari latar belakang yang berbeda telah sepakat menyatakan menolak keberadaan ISIS di Indonesia, baik organisasi maupun fahamnya. Lebih dari 10 ormas Islam Indonesia antara lain Dewan Masjid, GP Ansor, PBNU, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia - menegaskan penolakan terhadap Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS. Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Musthafa Ya'qub menghimbau pada semua komponen bangsa, khususnya ormas Islam dan para ulama, untuk membentengi umat dari paham-paham dan pengaruh ISIS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar