Kamis, 28 Agustus 2014

Pengelolaan Dinilai Berhasil, Pemkab Lingga Stuban ke UED-SP dan Bumdes di Rohul

SRR - ROHUL
 Riauterkini-PASIRPANGARAIAN-Pemerintah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tertarik dengan keberhasilan pengelolaan Unit Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Pada Kamis (21/8/14) kemarin, Pemkab Lingga melaksanakan study banding (stuban) ke Rohul. Mereka melihat langsung sistem, mekanisme dan kebijakan Pemkab Rohul terhadap UED-SP dan Bumdes karena dinilai berhasil, serta pernah mendapatkan penghargaan tingkat nasional.

Rombongan Pemkab Lingga sekitar 10 orang dipimpin Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Lingga Said Rudi Fallo, didampingi Kabid PEM BPMPD Dedi Suhendra, Kasubbid Ekonomi Masyarakat Asrul Fanturi, dan Camat Singkep Barat Siswadi.

Rombongan juga membawa serta Kades Sei Raya Nasaruddin, Kepala BPD Sei Raya M Ponharsa, Kades Lanjut Abu Samah, Kades Benau Musin T, Kades Pecakak Suwandi.

Kehadiran rombongan dari Pemkab Lingga disambut di aula Sekretariat Bumdes Rohul oleh Kabid UED BPMPD Rohul Sri Suwarno mewakili Kepala BPMDP Rohul Drs. Budhia Kasino, didampingi Koordinator Kabupaten (Korkab) Bumdes Rohul Syamzaimar SP,MSi, serta tiga Asisten Korkab Bumdes Rohul yakni Jufrizal, Suherman dan Hamzah.

Pada sambutannya, Kepala BPMPD Kabupaten Lingga, Said Rudi Fallo, mengakui kunjungan mereka ke Kabupaten Rohul untuk mencari pengalaman soal pelaksanaan dan kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan UED-SP dan Bumdes hingga dinilai terbaik oleh pemerintah pusat.

Said Rudi mengaku, sebagai daerah baru, Kabupaten Lingga memliki potensi desa yang besar dalam memberdayakan masyarakat, terutama program ekonomi kerakyatan. Namun, program usaha desa belum dilaksanakan di daerahnya.

Sejauh ini, Pemkab Lingga, baru sebatas menerapkan program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), sebagai penerima bantuan dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dari pemerintah pusat.

Kata Said Rudi, sebagian desa di Kabupaten Lingga hanya mendapatkan dana CSR dari perusahaan antara Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar per tahun. Namun demikian, dana tersebut lebih besar dipakai untuk pembangunan fisik desa. Sementara, untuk sektor ekonomi kerakyatan belum dilaksanakan sama sekali.

"Tujuan kami ke Rokan Hulu mau belajar dari nol. Karena di daerah kami belum ada program UED-SP dan Bumdes," jelas Said Rudi.

Menurutnya, sistem pengelolaan UED-SP dan Bumdes di Rohul telah menjadi barometer di pulau Sumatera, seperti dikatakan oleh Kementrian Dalam Negeri baru-baru ini. Belum lagi, usaha desa itu kini hampir berdiri di seluruh desa.

Dia mengharapkan, dari Stuban itu, mereka bisa sharing informasi tentang program UED-SP dan Bumdes. Hasil Stuban, kata dia, akan diterapkan di daerahnya secara bertahap.

Sementara itu, Korkab Bumdes Rohul, Syamzaimar berterima kasih kepada rombongan dari Pemkab Lingga karena sudah mempercayakan Kabupaten Rohul sebagai daerah tujuan studi.

Diakuinya, keberhasilan UED-SP dan Bumdes di Kabupaten Rohul tidak terlepas dari peran dan komitmen pemerintah daerah dalam menggalakkan program ekonomi kerakyatan. Selain didukung dana APBD Rohul, dua usaha desa itu juga didukung oleh dana APBD Riau.

Seusai pertemuan di aula Kantor Bumdes Rohul di Pasirpangaraian, selanjutnya rombongan dari Pemkab Lingga diajak keliling ke UED-SP dan Bumdes yang sudah berhasil. Mereka melihat langsung sistem pengelolaan Bumdes Marga Mulya, Kecamatan Rambahsamo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar