Rabu, 27 Agustus 2014

Logo PIMNAS Hasil Kreasi Dosen Undip

SRR - NASIONAL

Semarang, Kemdikbud --- Penyelenggaraan pekan ilmiah mahasiswa nasional (Pimnas) ke 27 di Universitas Diponegoro (Undip) tahun ini merupakan momen kebanggaan bagi Undip. Selain terpilih sebagai tuan rumah untuk ke dua kalinya, logo yang digunakan dalam kompetisi setiap tahun ini pun merupakan hasil kreativitas dari salah satu dosen arsitektur dari universitas di Semarang ini.
Rektor Undip, Sudarto, mengatakan, logo Pimnas ditetapkan tahun 1998 ketika Undip dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pimnas ke 11. Logo tersebut telah dibakukan sebagai logo resmi penyelenggaraan Pimnas dan terus dipakai hingga hari ini. "Logo ini ditetapkan di Undip dan merupakan karya dosen terbaik Undip di bidang arsitektur," kata Sudarto tanpa merinci nama dosen tersebut, pada seremoni pembukaan Pimnas ke 27 di halaman kampus Undip, Selasa (26/08).
Logo Pimnas terdiri atas bagian tulisan Pekan Ilmiah Nasional dengan diikuti singkatan PIMNAS ke berapa (PIMNAS-27), dilanjutkan dengan nama perguruan tinggi penyelenggara (Universitas Diponegoro), dan tahun penyelenggaraan (2014). Di bagian kanan terdapat gambar kobaran lidah api yang menyala dan berwarna warni.
Dengan logo ini, mahasiswa peserta Pimnas diharapkan selalu mengingat bahwa Pimnas bukan sekadar ajang kompetisi, tapi juga ajang silaturahmi para kader pemimpin bangsa. Pimnas merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan untuk memberi gairah bagi bidang penelitian di pendidikan tinggi.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan, dengan terpilihnya Undip sebagai tuan rumah akan menjadi kebanggaan, apalagi dengan desain Pimnas yang didesain oleh dosen dari Undip. "Ini adalah sebuah tonggak bagi kita untuk menjawab tantangan global," katanya.
Selain logo, Pimnas ke 27 juga menyuguhkan maskot yang bernama "Mas Pim". Mas Pim merupakan perwujudan dari mahasiswa modern yang memiliki semangat Pangeran Diponegoro. Mas Pim juga merupakan gambaran dari mahasiswa yang pandai, ramah, rajin dan selalu ceria. (Aline Rogeleonick/Sumber: kemdikbud.go.id/Pengunggah: Erika Hutapea

Tidak ada komentar:

Posting Komentar