Kamis, 07 November 2013

MEMPERINGATI 1 MUHARAM 1435H, DISIMPANG PUNCAK DESA SEBANGAR MERIAH



  • MASYARAKAT BERTUMPAH RUAH DI MESJID DAN SAMPAI KE GANG MESJID
  • MEMPERINGATI 1 MUHARAM 1435H SEKALIAN DOA TOLAK BALA
  • YANG MEMIMPIN DOA ADALAH TOKOH MASYARAKAT


MANDAU-SRR
(*006)
Pantauan wartawan SRR di Desa Sebangar,Kecamatan Mandau dalam memperingati acara 1 Muharam 1435H Tahun ini sangat meriah dan terlihat masyarakat begitu antusias serta berbondong bondong untuk mengikuti acara tersebut.masyarakat juga membawa bekal makanan seperti nasi dan ada pula yang membawa ayam yang sudah di panggang.
Acara ini dilakukan setiap setahunya dan dalam keramaian tersebut ada juga warga yang terlihat  membawa jajanan,wartawan SRR coba komfirmasi ke salah satu tokoh masyarakat yaitu Embah Nabir  yang berusia 70 tahun dan beliau memaparkankami melaksanakan acara ini setiap tahunya dan kami memang lakukan untuk menolak bala seperti penyakit  dan memohon kepada Allah SWT agar kampung kami ini menjadi aman dan dijauhkan dari marabahaya serta bencana.
Kami melakukan kemulah,dari anak anak,remaja  hingga sampai orang yang sudah lanjut usia,adapun Doa yang kami panjatkan Doa selamat sesuai ajaran kanjeng Nabi Muhammad SAW. dan  ini ada ayam panggang kalau dalam bahasa jawa namanya ikong yang memberi arti bertujuan untuk menjaukan mara bahaya kalau jajanan pasar memberi arti,supaya  mempererat tali persaudaraan ,dan saling bekerja sama untuk membangun suatu perkampungan atau Desa dan kemudian dilanjutkan lagi pemaparanya oleh tokoh masyarakat”kalau melihat perkembangan zaman sekarang ini,sudah banyak anak anak kita ini yang lari dari jalur serta adat istiadat dan kami selaku Adat Jawa  tetap memegang  Adat istiadat tersebut  dan ditambahkan pula oleh pak Rt 03 Rw 06 yang bernama Budi Susanto,” dalam rangka memperingati 1Muharam ini kami memperingatinya setiap tahun dan kami melakukan pengutipan dana setiap rumah Rp.20.000,1 Muharram ini kalau bahasa jawanya 1 Syuro dan uang yang dikumpul tersebut bertujuan untuk mengadakan hiburan seperti  menanggap wayang,kuda lumping dan Alhamdulilah masyarakat sangat mendukung dan saling membahu agar terlaksana acara ini.
Dan pagelaran seni budaya wayang ini dapat menggambarkan perjalanan manusia,ada yang baik dan ada yang  juga jahat,kenapa kami melakukan hal seperti ini agar masyarakat tersentuh hatinya dan mau introfeksi diri agar dapat menyadari kekeliruan dan kesalahan yang selama ini sudah di perbuatnya agar bertobat dan semakin meningkatkan keimanan,ketakwaan kepada Allah SWT serta menjadi suri tauladan kepada masyarakat lainya.”inilah pemaparan dari Tokoh Masyarakat Desa Sebangar,serta Rt 03 BUDI SUSANTO dan sesepuh  Desa Sebangar EMBAH NABIR.


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar