Sabtu, 18 Januari 2014

PROYEK PENINGKATAN PEMBANGUNAN DI JALAN KAYANGAN UJUNG-DURI TIDAK SESUAI"PROSEDUR"

  • KENAPA KECEROBOHAN SELALU TERJADI PADA SAAT PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN JALAN?
MANDAU-SRR
(*004)



  Hingga akhir tahun 2013 ini pun masih ada beberapa proyek yang belum dikerjakan,dan ada juga sebagian yang telah selesai dikerjakan tetapi banyak menyimpan kesalahan. Salah satunya proyek peningkatan jalan yang baru saja dikerjakan di daerah Kayangan ujung,tepatnya di jalan Mandiri.Proyek yang dilakukan di jalan Mandiri-Kayangan ujung(Duri-mandau)banyak menyimpan pertanyaan dari masyarakat maupun  media,di karenakan Plang Proyek tidak ada terpasang di areal Proyek.Munculnya kejanggalan yang tampak sangat jelas di lapangan yaitu,Pekerjaan yang dilakukan hanya menghampar batu Base diatas Base tanah dan untuk hal pemadatan itu pun diragukan karena proses pemadatannya dengan alat berat yang di lakukan dengan sekedar saja.Hal itu pun terlihat dari kondisi jalan yang tidak rapi dan batu-batu yang tampak menonjol dipermukaan tanah.Dan dibeberapa titik jalan yang baru di lakukan pengerasan sudah tampak ada yang berlubang dan rusak.Sebagian pinggir jalan dan badan jalan sudah terlihat turun.
    Hal itu terjadi akibat terlalu cepatnya batu diletakkan di atas Base tanah padahal Base tanah belum seutuhnya padat atau belum sempurna kepadatannya.Selain itu,besar dugaan pemberian pada saat Base Batu diatas permukaan tanah itu tidak ada diberikan Prime coat.Akan tetapi sang Pemborong tetap saja melanjutkan pekerjaan tersebut tanpa memikirkan apa yang akan terjadi dikemudian hari.  
     Dari pantauan tim Media SRR dilapangan pross pengerjaan jalan Mandiri di kayangan ujung yang diperkirakan sepanjang 250 meter itu dilaksanakan hanya untuk mengejar target saja tanpa ada sedikitpun memikirkan Mutu dari pekerjaan serta sangat mengacuhkan(mengabaikan) kebutuhan masyarakat yang menginginkan sarana & prasarana yang baik dan mendukung  dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. 
     Akibat mengejar target dan waktu yang telah ditetapkan oleh pihak PU Bina Marga Kab.Bengkalis kepada pemborong masyarakat banyak yang dikorbankan & dirugikan oleh sang kontraktor/pemborong.Sungguh sangat sayang anggaran terbuang sia-sia begitu saja oleh karena tidak mampunya pihak PU Bina Marga Kab.Bengkalis (M.NASIR) dan UPTD PU Bina Marga Kec.Mandau (DENI CHARNA,ST) dalam melaksanakan tugas & fungsinya.  
     “Apakah masih pantas mereka berada di posisi mereka saat ini dengan banyaknya proyek yang hancur dan tidak jelas pengerjaannya dilapangan??? Apakah wajar kondisi proyek yang banyak hancur saat ini dengan badget yang besar yang sudah terkucur????  Mari, kita sadar akan hal tersebut!!!!!!!.
Melihat kondisi yang terjadi saat ini khususnya di Kec.Mandau Kab.Bengkalis banyak pejabat Kec.Mandau Kab.Bengkalis yang tertawa di atas penderitaan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar