Selasa, 07 Januari 2014

11 KIOS DI PASAR INPRES BANGKINANG TERBAKAR



BANGKINANG-SRR
(*048)

Sebanyak 11 unit kios di pasar Inpres Bangkinang Kota, atau tepatnya kios yang terdapat di perempatan Jalan Datuk Tabano-Sudirman Bangkinang Kota ludes di lahap si jago merah, Jumat (3/1) dini hari Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

Dari informasi yang berhasil di rangkum Wartawan Suara Rakyat  Riau di tempat kejadian perkara (TKP), terungkap bahwa kobaran api berasal dari belakang kios yang berada di sebelah timur sekitar pukul 02.00 WIB, Belum diketahui secara pasti apa penyebab kebakaran dan kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Kobaran api cepat menjalari kios-kios berikutnya karena seluruh kios tersebut terbuat dari papan yang  mudah terbakar Hanya dalam hitungan satu jam seluruh kios sudah ludes dan rata dengan tanah, Kobaran api dipercepat lagi dengan tiupan angin yang cukup kencang dari arah timur.

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Namun usaha ini tidak bisa mengatasi cepatnya kobaran api, 11 kios yang terbakar tersebut, ada yang menjual barang harian, rumah makan, kios pecah belah, kios buah, aksesoris dan menjual dagangan lainnya. Sebagian besar pemilik kios tinggal dirumah masing-masing Hanya tiga pemilik kios yang tinggal di kios  saat malam hari.

Pemilik rumah makan sawah lubuok Aulia (40) mengaku saat kebakaran ia sedang berada di Bukittinggi, "Saya dikhabari kedai terbakar karena saat kebakaran saya sedang berada di Bukittinggi," ujarnya, Efendi (52) penjual pecah belah mengaku saat kebakaran sedang berada di rumah "Kami sedang di rumah dikasih tahu Ijul (tetangga kios), pas sampai disini kedai kami sudah habis terbakar," ujarnya.

Efendi mengaku mengalami kerugian sebesar Rp. 45 juta. "Kami baru saja belanja beberapa hari yang lalu di Bukittinggi, pas sudah belanja terbakar, teman-teman yang lain juga baru saja belanja" ujarnya sedih, Ijul pedagang aksesoris (variasi) mengaku tidak bisa berbuat banyak ketika api melahap kedainya.  "Api begitu cepat membesar, sehingga tidak bisa berbuat banyak," ujar Ijul yang mengaku kerugian mencapai Rp. 25 juta. Dari catatan SRR, lima tahun yang lalu kebakaran juga terjadi ditempat yang sama Para pedagang disini menyewa tanah milik Harahap dan kedai dibangun sendiri oleh masing-masing pedagang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar