Kamis, 30 Januari 2014

BUPATI KAMPAR H.JEFRY NOER AJAK MASYARAKAT "PERANGI KEBODOHAN" DI KAMPAR HULU

  • JADIKAN MASYARAKAT YANG AKAN DATANG LEBIH BERPENDIDIKAN DAN JAUH DARI KEBODOHAN DAN KEMISKINAN
  • JANGAN SUKA JADI MASYARAKAT YANG "TULANG RUSUK PANJANG" ( PEMALAS)
KAMPAR HULU-SRR
(*048)

kamis,30 januari 2014

    Masalah utama yang harus diberantas adalah kebodohan karena kalau masyarakat bodoh bagaimana bisa menjalankan usaha ataupun bekerja yang dapat membuat ekonominya tercukupi, paling hanya sebatas pesuruh dan kalaupun bekerja pasti kebagian pekerja kasarnya saja yang gaji atau penghasilannya selalu tidak mencukupi untuk menutup kebutuhan hidup karena seluruh element masyarakat agar segera bangkit dari kebodohan. H.Jefry Noer Menjelaskan"Jika bodoh biasanya miskin untuk itu bagaimana caranya agar jangan bodoh"ujar beliau. Mengingat seluruh elemen masyarakat  ketika memberi arahan pada pelantikan Kepala Desa dan pemberian bantuan pakaian seragam Sekolah bagi anak tidak mampu se Kecamatan Kota Kampar Hulu yang diselenggarakan di halaman Kantor Kecamatan, Selasa (28/1). H.Jefry  Noer lalu melanjutkan"ikut dengan program-program ekonomi kerakyatan dan Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pembekalan ilmu pengetahuan yang di programkan Pemda Kampar, ada bidang untuk pertanian, perikanan, peternakan maupun perkebunan untuk kaum perempuan ada pelatihan menjahit, tanyakan pada Kades dan Camat bagaimana untuk dapat mengikutinya"tambahnya. Kemudian beliau menambahkan"Untuk hal biaya pelatihan tidak dipungut  bayaran dalam mengikuti  program tersebut bahkan diberi kemudahan karena setelah mengikuti pembekalan dan pelatihan akan diberi kemudahan pula dalam memperoleh dana pinjaman untuk modal usaha dan mudah-mudahan pada tahun 2014 akhir Kampar dapat terbebaskan dari Kemiskinan dan Kebodohan, sekurang-kurangnya pada akhir masa jabatan saya, kecuali bagi masyarakat yang “tulang rusuknya panjang”(masyarakat pemalas)"jelasnya.
    Setidaknya masalah kemiskinan dan kebodohan tidak menimpa generasi anak kita nanti makanya dari sekarang harus di sekolahkan dan di didik anak agar memiliki ilmu untuk masa depan mereka dan jiwa usaha agar kelak terlepas dari kebodohan dan kemiskinan. Disisi lain H.Jefry Noer juga menyampaikan"agar jangan  ada lagi pungutan uang bangku, uang perpisahan maupun uang buku di sekolah jika masih ada saya dengar laporan dan pengaduan masyarakat  yang pertama bertanggung jawab adalah Kades P&K Kampar, Kepala UPTD Kecamatan kemudian Kepala sekolahnya"ujarnya serius sambil menegaskan instruksinya beserta sanksi tegas yang akan diberikan  seperti di pindah tugaskan. Membantu dan mempermudahkan urusan sekolah sampai ke jenjang Sekolah Menegah Atas (SMA) karena Kampar dengan APBD yang besar harus dapat memberikan kemudahan dan bantuan untuk anak sekolah. Sementara Kepala UPTD P&K Kecamatan Kota Kampar Hulu Suherman.S.Pd menjelaskan terdapat 13 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 2.976 di seluruh Kecamatan Kota Kampar Hulu dari jumlah siswa tersebut yang layak dapat bantuan seragam sekolah sebanyak 1.755 siswa tetapi yang dapat bantuan seragam sekolah hanya 821 orang untuk perwakilan 10 sekolah. Disamping itu Suherman juga menyamapaikan permohonan"saya Mohon bantuan pada Bupati agar dapat Guru Honor seKecamatan Kota Kampar Hulu di upayakan menjadi Guru PNS dan tidak ketinggalan pula masalah bangunan sekolah sudah banyak yang perlu di renovasi"ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar