- LAMBANNYA PROSES KINERJA PIHAK DINAS UPTD DALAM MENGAWASI PEKERJAAN KONTRAKTOR "AKIBATKAN PROYEK PENGASPALAN HANCUR"
- MASYARAKAT KESAL KARENA PEMERINTAH MENGHABISKAN DANA YANG BESAR TAPI TIDAK BERMANFAAT/MUBAJIR UNTUK MASYARAKATNYA
- KONTRAKTOR YANG TIDAK MEMILIKI TANGGUNG JAWAB TERHADAP KINERJANYA TIDAK PANTAS MENDAPAT TENDER PROYEK PENGASPALAN
MANDAU-SRR
(*O55)

Hal itu terjadi akibat belum padatnya Base A. yang dikerjakan Pihak Kontraktor Selain
itu pekerjaan Prime Coat juga tidak
merata besar dugaan pekerjaan Hotmix tersebut dikerjakan asal jadi oleh pihak
Kontraktor. Akan tetapi sang Pemborong tetap saja melanjutkan pekerjaan tersebut
tanpa memikirkan akibat fatal yang akan terjadi dikemudian hari. Dari pantauan tim Media SRR dilapangan ternyata proses pengerjaan jalan Mandiri I,II di jalan Kayangan Ujung yang diperkirakan sepanjang 500 meter itu dilaksanakan hanya
untuk mengejar target saja tanpa ada sedikitpun memikirkan Mutu dari pekerjaan
serta sangat mengacuhkan(mengabaikan) kebutuhan masyarakat yang menginginkan
sarana & prasarana yang baik dan mendukung dalam melaksanakan
aktifitas sehari-hari.
Karena mengejar target dan waktu yang telah ditetapkan oleh pihak Dinas PU Bina
Marga Kab.Bengkalis kepada pemborong,maka masyarakat banyak yang dikorbankan &
dirugikan oleh sang kontraktor/pemborong. Sungguh sangat disayangkan anggaran
dana yang di keluarkan cukup besar harus terbuang sia-sia begitu saja oleh karena tidak mampunya pihak PU Bina Marga
Kab.Bengkalis (M.NASIR) dan UPTD PU Bina Marga Kec.Mandau (DENI CHARNA,ST)
dalam melaksanakan tugas nya. Adapun penjelasan salah seorang warga Rt.015
Rw.07"sampai saat ini pun pihak kontraktor juga belum ada membayar upah satpam yang jaga malam
untuk alat kontraktor/pemborong tersebut"jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar