Jumat, 24 Januari 2014

AKIBAT TIDAK ADANYA KESERIUSAN DARI PIHAK KONSULTAN DAN DINAS PU "PROYEK PENGASPALAN ASAL JADI" DI JALAN KAYANGAN UJUNG-MANDAU

  • LAMBANNYA PROSES KINERJA PIHAK DINAS UPTD DALAM MENGAWASI PEKERJAAN KONTRAKTOR "AKIBATKAN PROYEK PENGASPALAN HANCUR"
  • MASYARAKAT KESAL KARENA PEMERINTAH  MENGHABISKAN DANA YANG BESAR TAPI TIDAK BERMANFAAT/MUBAJIR UNTUK MASYARAKATNYA
  • KONTRAKTOR YANG TIDAK MEMILIKI TANGGUNG JAWAB TERHADAP KINERJANYA TIDAK PANTAS MENDAPAT TENDER PROYEK PENGASPALAN

MANDAU-SRR
(*O55)
 
Akibat tidak adanya keseriusan Pihak Konsultan dan Dinas  UPTD Bina Marga mengawasi Proyek yang ada diKecamatan Mandau. Salah satunya proyek peningkatan jalan yang baru saja dikerjakan pada akhir Desember 2013  di daerah Jalan Kayangan Ujung. Proyek yang dilakukan di jalan Mandiri I,II Kayangan Ujung (Duri-Mandau) banyak menyimpan pertanyaan dari masyarakat maupun  media,di karenakan Pekerjaan Peningkatan jalan Hotmix tersebut dikerjakan asal jadi oleh Pihak Kontraktor. Di tambah munculnya kejanggalan yang tampak sangat jelas di lapangan,dimana Pihak Kontraktor kesannya sangat tergesa–gesa dalam melakukan pengaspalan (Hotmix) akibatnya hampir seluruh jalan Mandiri tersebut sudah hancur. Sedangkan Proyek tersebut mendapat dana oleh APBD Bengkalis Tahun Anggaran 2013,yang kita ketahui  didapat dari hasil pembayaran pajak masyarakat,dan untuk hal pemadatan itu pun diragukan karena proses pemadatannya di lakukan dengan sekedar saja. Hal itu pun terlihat dari kondisi jalan yang tidak rapi dan batu-batu yang tampak menonjol dipermukaan tanah. Dan dibeberapa titik jalan yang baru di lakukan pengerasan sudah tampak ada yang berlubang dan rusak.Sebagian pinggir jalan dan badan jalan pun sudah terlihat turun.
     Hal itu terjadi akibat belum padatnya Base A. yang dikerjakan Pihak Kontraktor Selain itu pekerjaan Prime Coat  juga tidak merata besar dugaan pekerjaan Hotmix tersebut dikerjakan asal jadi oleh pihak Kontraktor. Akan tetapi sang Pemborong tetap saja melanjutkan pekerjaan tersebut tanpa memikirkan akibat fatal yang akan terjadi dikemudian hari. Dari pantauan tim Media SRR dilapangan ternyata proses pengerjaan jalan Mandiri I,II di jalan Kayangan Ujung yang diperkirakan sepanjang 500 meter itu dilaksanakan hanya untuk mengejar target saja tanpa ada sedikitpun memikirkan Mutu dari pekerjaan serta sangat mengacuhkan(mengabaikan) kebutuhan masyarakat yang menginginkan sarana & prasarana yang baik dan mendukung  dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. 
     Karena mengejar target dan waktu yang telah ditetapkan oleh pihak Dinas PU Bina Marga Kab.Bengkalis kepada pemborong,maka masyarakat banyak yang dikorbankan & dirugikan oleh sang kontraktor/pemborong. Sungguh sangat disayangkan anggaran dana yang di keluarkan cukup besar harus terbuang sia-sia begitu saja oleh karena tidak mampunya pihak PU Bina Marga Kab.Bengkalis (M.NASIR) dan UPTD PU Bina Marga Kec.Mandau (DENI CHARNA,ST) dalam melaksanakan tugas nya. Adapun penjelasan salah seorang warga Rt.015 Rw.07"sampai saat ini pun pihak kontraktor  juga  belum ada membayar upah satpam yang jaga malam untuk alat kontraktor/pemborong tersebut"jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar