Senin, 03 Februari 2014

HARGA PANGAN MELAMBUNG TINGGI SEMENTARA "HARGA KARET SANGAT MURAH" WARGA KECEWA DI KUANSING

  • MANFAATKAN KEKAYAAN ALAM YANG TELAH TERSEDIA DENGAN SEBAIK MUNGKIN
  • MASYARAKAT BERHARAP AGAR PIHAK PEMERINTAH DAPAT MENURUNKAN HARGA SEMBAKO, DEMI KELANGSUNGAN HIDUP MASYARAKAT YANG AKAN DATANG
TELUK KUANTAN-SRR
(*028)

    Letak geografis yang ideal Kabupaten Kuantan Singingi sangat mendukung sehingga membuat potensi alam yang memungkinkan masyarakatnya untuk melakukan aktifitas di bidang sektor pertanian dan perkebunan, selain daripada bercocok tanam padi disawah,masyarakatnya juga memiliki beberapa bidang perkebunan yang di kelola secara sederhana seperti perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet, hasil komuditi pertanian seperti umumnya hasil panen dari perkebunan mereka kebanyakan mereka menjualnya kepada para pengumpul (tengkulak) atau yang lebih dikenal dengan sebutan induak semang (survey yang dilakukan kepada petani penyadap karet). Jika di lihat dari hasil keterikatan antara induak semang dengan para petani begitu dekat pasalnya karena para petani penyadap karet telah terlebih dahulu melakukan pinjaman (berhutang) kepada induak semang mereka masing masing sehingga hasil jual karet masyarakat jauh lebih murah di bandingkan dengan harga jual masyarakat yang melalui kelompok tani, sedangkan untuk menjual karet hasil sadapan melalui kelompok tani  haruslah terlebih dahulu menjadi anggota kelompok tani, sementara kelompok tani melakukan lelang jual hasil komediti kepada toke karet yang dilakukan sebulan sekali. Adapun pejelasan seorang petani kepada tim media SRR ketika di temui langsung pada saat sedang menyadap karet"jadi kami para petani yang memiliki kebun (tokok) yang sedikit tidak bisa menjual melalui kelompok tani dan terus terang kami sangat membutuhkan uang untuk belanja kebutuhan keluarga, jadi satu minggu sekali kami harus berbelanja kepasar jadi terpaksa mau tidak mau kami harus menjual kepada tengkulak kami masing masing walaupun harga bisa di katakan sangat murah di bandingkn menjual melalui kelompok tani dan berapapun harga karet nantinya yang ditetapkan kepada kami ya...kami mau tidak mau harus terima dan belum lagi ada potongan timbangan yang jelas setiap kali kami melakukan penimbangan pasti kena potong 2Kg atau3Kg setiap kali timbang terpaksa  mau apa lagi, karena kami telah terikat dengan hutang yang ada"ujar beberapa warga dengan kepasrahannya.
    Kalau masalah harga memang di katakan cukup murah sekarang ini hanya Rp8000/Kg, sementara itu harga kebutuhan pokok di pasar semakin hari semakin melambung tinggi. Tetapi semua itu tidak mengurangi niat baik masyarakat untuk tetap berusaha sebaik mungkin dengan kebun karet yang di miliki masyarakat masing-masing. Karena masyarakat yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi kebanyakan hanya memiliki usaha kebun karet, sehingga dengan hasil kebun karetlah masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Meskipun pada saat ini masyarakat sedang di landa masa sulit, tetapi masyarakat tetap bersyukur dan menikmati hasil panen jerih payah sebagai penyadap petani karet.
     Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi sangat bangga karena memiliki tanah yang subur, sehingga tanaman yang mereka tanam dapat tumbuh dengan subur, inilah ungkapan rasa bangga salah seorang warga petani penyadap karet" kami selaku masyarakat yang sudah bertahun-tahun menetap di Kabupaten Kuantan Singingi sangat bangga, karena di Kab.Kuansing ini kaya akan tanah yang subur untuk bercocok tanam, apalagi di sini masyarakatnya mayoritas berkebun karet dan hasil karetnya pun cukup bagus, meskipun terkadang harus di hargai sangat murah hasil jerih payah kami"unggkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar