Selasa, 04 Februari 2014

WARGA DI MINTA WASPADAI "DEBU KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA)" DI BENGKALIS



  • BAHAYA DAMPAK DARI KABUT ASAP SANGAT MENGANCAM KESEHATAN 
  • PEMERINTAH "DUDUK MANIS" MENONTON MASYARAKAT MENIKMATI KABUT ASAP BERBAHAYA
  • MASYARAKAT LEBIH BERHATI-HATI TERHADAP PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA)
BENGKALIS-SRR

   Setiap kali memasuki musim kemarau masyarakat Riau “terpaksa” menghirup asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan. Anehnya lagi kejadian serupa selalu saja terulang setiap tahunnya. Adapun Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau yang terjadi di sejumlah titik khususnya di Kabupaten Bengkalis saat ini mulai mengancam kesehatan masyarakat.
    Debu bekas kebakaran bertebaran dimana-mana. Tidak hanya itu saja kabut asap juga mulai menyesakkan pernafasan terutama di pagi hari. Dampak yang di timbulkan dari kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Riau terutama di Kabupaten Bengkalis yakni, dampak terhadap sosial, budaya dan ekonomi yang mana
sejumlah masyarakat yang berada di sekitar hutan akan kehilangan mata pencahariannya. Sejumlah masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil hutan tidak mampu lagi melakukan aktivitasnya. Karena asap yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut sedikit banyaknya mengganggu aktivitas masyarakat yang secara otomatis juga ikut mempengaruhi penghasilannya. Setelah kebakaran usai dipastikan masyarakat akan kehilangan sejumlah areal dimana biasa mengambil hasil hutan tersebut seperti rotan dan karet. Selanjutnya dampak terhadap gangguan kesehatan, yang mana terjadi pada peningkatan jumlah asap secara signifikan menjadi penyebab utama munculnya penyakit Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA). Gejalanya bisa ditandai dengan rasa sesak di dada dan mata agak berair. Akibat dari penyakit ISPA yang di timbulkan dari asap banyak orang harus dirawat di rumah sakit agar mendapat perawatan intensif.
     Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Moh.Sukri saat dihubungi, Senin (3/2/2014) mengatakan"meskipun kabut asap belum begitu tebal dan belum menganggu jarak pandang, tetapi masyarakat tetap diminta agar lebih waspada dan antisipasi terhadap kemungkinan yang akan ditimbulkan oleh debu"jelas beliau. Kemudian beliau menambahkan''Sejauh ini memang belum ada laporan dari puskesmas-puskesmas terkait penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), penyakit iritasi mata dan penyakit lainnya yang ditimbulkan akibat kabut asap dan debu karhutla ini, tetapi masyarakat harus lebih waspada lagi untuk mencegah terserang penyakit tersebut''tambahnya. Namun demikian, pihak Pemerintah tetap mewanti-wanti masyarakat untuk waspada dengan menjaga diri dari kemungkinan terserang penyakit akibat asap, seperti memakai masker jika hendak keluar rumah. Sebenarnya peran Pemerintah sangat di butuhkan saat ini oleh masyarakat, karena jika di lihat dari berbagai dampak yang muncul tersebut seharusnya pemerintah mulai bisa mereka-reka bencana musiman apa sebenarnya yang sering menghampiri Indonesia dari tahun ke tahun dan dampak apa yang ditimbulkan dari bencana tersebut. Namun, untuk tidak menyebut pemerintahan kita keras kepala dan sedikit tuli untuk melakukan refleksi, sepertinya kita harus lebih siap menjadi barisan pemadam kebakaran dibanding mempersiapkan seperangkat aturan yang mampu paling tidak meminimalisir kemungkinan terjadi kebakaran hutan dan lahan dimasa yang akan datang.
    Jika kita simpulkan akibat kebakaran hutan tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomis dan kerusakan ekosistem. Tetapi Kita juga dicap sebagai bangsa dan masyarakat yang tidak bisa dan tidak mau memelihara kekayaan alam. Bukan hanya itu saja asap juga mempengaruhi faktor kesehatan dan kegiatan masyarakat,  tetapi lebih jauh lagi sangat menyangkut terganggunya navigasi penerbangan dan pelayaran. Kelalaian dan kelengahan dalam menangani kebakaran hutan adalah pekerjaan mendesak yang harus segera diambil dan dilakukan. Tetapi masalahnya bagaimana pemerintah ini bisa lebih cekatan dalam menangani dan mengeluarkan perintah, lalu diikuti dengan tindakan serius dan nyata menghentikan merebaknya kebakaran hutan. Kalau tidak cekatan, kebakaran hutan maha dahsyat akan terulang kembali di masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar