Jumat, 14 Februari 2014

 WARGA SINTONG PERLU PERHATIAN PEMERINTAH

ROHIL-SRR

(*020)
Selama pak Anas maamun menjadi bupati Rokan hilir, pembangunan berjalan dengan pesat.berdiri dimana-mana termasuk di dalam hutanpun ada bangunan yang dapat dimanfaatkan masyarakat nantinya.seperti rumah pegawai negeri, jalan jembatan yang panjang yang dibangun dari kota sampai kehutan bakau yang tidak ada manusianya yang ada cuman binatang-binatang seperti monyet ular dan binatang-binatang. lainnya jika adapun manusianya hanya dapat di hitung dengan jari, jembatan itu dibangun dengan biaya ratusan milyar bahkan mungkin triliunnan rupiah karena jembatan itu sangat panjang sekali.sampai- sampai tidak tembus jika kita memandang dari tepi sungai sampai ke ujung jembatan.memang sangat luar biasa, sungai yang begitu lebar dapat di buat jembatan sehingga orang tidak lagi menggunakan sampan jika hendak menyeberang sungai itu.apa rencana pak Anas maamum itu sebenarnya sampai-sampai dana APBD yang begitu besar hannya di gunakan untuk pembangunan di lingkungan bagan siapi api saja.

Mari kita coba melihat daerah yang diwilayah rokan hilir, yang tidak pernah tersentuh dengan dana APBD yang begitu besar.Sungguh sangat memprihatinkan sekali jika kita lihat mayarakat sintong induk dan masyarakat sintong pusaka, khususnya dusun candi dan dusun pagar harapan.seperti anak yatim piatu, yang tidak punya ayah dan tidak punya ibu, atau sebagai anak tiri.
disini kita lihat memang sangat di bedakan sekali, kota bagan siapi-api memang pantas mendapatkan fasilitas bangunan, jalan dan jembatan, karena disanalah ibu kota Rokan Hilir, tempatnya para pejabat yang memimpin kabupaten itu.akan tetapi pemerintah seharusnya bisa adil, karena di dusun candi dan dusun pagar harapan kepenghuluan sintong induk dan sintong pusaka kecamatan tanah putih kabupaten rokan hilir juga masyarakat kabupaten rokan hilir yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah juga.

Disini kita lihat bahwa warga dusun candi dan dusun pagar harapan kurang lebih berjumlah 500 Kepala keluarga (KK).selain bertani, kehidupannya sehari-hari mencari ikan rawa seperti ikan sepat siam, bulan dan gabus.
Sebagai penghasilan tambahan untuk biaya hidup.menurut keterangan beberapa warga kepada Media Suara Rakyat Riau.Yang perlu di perhatikan pemerintah dalam hal ini adalah seperti penerangan atau listrik, agar anak-anak dapat belajar dengan tenang.dan air bersih, siapapun yang tinggal di dusun candi dan dusun pagar harapan mereka harus membeli air untuk memasak nasi dan untuk minum.
Kalau mandi dan mencuci pakaian, piring itu bisa pakai air kanal yang merah seperti Teh.sambungnya lagi jika pemerintah rokan hilir mau mengucurkan dana APBD itu kedusun kami, kalau listrik pemerintah pasti akan dapat balennya walaupun dananya besar.kalau air bersih pasti juga dapat balennya.kan bisa jadi aset daerah.jelasnya lagi.

kami disini kalau malam memakai lampu dengan mesin dompeng, membayar kepada yang punya mesin Rp 100./ lampu /bulannya, jika kami memakai 2 atau 3 lampu jelas bayarannya bertambah.dan air bersih yang kami butuhkan setiap hari paling sedikit 2 derigen, harganya Rp 5000 / derigen.kalau sebulan kami harus mengeluarkan biaya untuk air bersih sebesar Rp 300.000/ bulannya.jadi biaya untuk air bersih dan lampu sebesar Rp 600.000 perbulan.
Jika pemerintah mau membantu warganya yang di sintong pasti kami sangat terbantu, anak- anak kami bisa jadi orang pintar, karena dia tidak lagi terganggu belajar dan kami pun tidak lagi membeli air dan uangnya bisa di gunakan untuk biaya anak sekolah, Kami sebagai masyarakat kabupaten rokan hilir sangat bangga karena bupati kami telah menjadi Gubernur, pasti beliau akan mengabulkan apa yang di harapkan warganya.apa lagi jika ada masyarakat sintong yang menjadi DRRD untuk kabupaten rohil, sudah barang tentu akan difasilitasinya keinginan warga sintong sepeti Air bersih,dibangunnya sumur Bor. listrik, melalui P.T.PLN dan bangunan sekolah- sekolah SD (sekolah dasar) dan TK (sekolah taman kanak-kanak) yang sekarang ini sangat perlu dibangun.untuk sekolah dasar.

Ada 3 ruangan yang belum terbangun atau dindingnya masih paoan.dan sekolah taman kanak-kanak yang saat sekarang ini sekolah teraset sudah hampir runtuh dan lahannya atau tempat berdirinya sekolah tersebut keadaan masih menyewa.jika pemerintah berkenan datang melihat keadaan sekolah-sekolah tersebut pasti merasa timbul rasa ingin membangunnya.demikian harapan warga dusun pagar harapan dan dusun candi kecamatan tanah putih kabupaten rokan hilir kepada pemerintah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar