Selasa, 04 Februari 2014

PERAMBAHAN HUTAN MERAJALELA DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

  • EROSI DAN GLOBAL WARMING (PEMANASAN GLOBAL) AKAN MENGHANTUI DUNIA INI
  • WASPADAI PERAMBAHAN HUTAN YANG MENGANCAM KEHIDUPAN MANUSIA DI MASA YANG AKAN DATANG !
  • PIHAK KEHUTANAN "SANTAI" MELIHAT PERAMBAHAN HUTAN YANG TERJADI DIMANA-MANA
TELUK KUANTAN-SRR
(*028)

   Tiba saatnya memasuki awal bulan Febuari tampaknya iklim mulai beralih dari musim penghujan beralih ke musim kemarau dan disinilah mulai tampak masyarakat kembali menekuni pekerjaannya untuk menambah ataupun memperluas  perkebunan mereka tanpa harus memikirkan dampak negatifnya kepada lingkungan maupun orang lain dan telah terlihat seperti tahun-tahun sebelumnya perambahan hutan yang dijadikan untuk areal perkebunan sudah menjadi hal yang biasa di Provinsi Riau tanpa terasa langganan kabut asap pun akan tiba dan inilah yang dirasakan masyarakat Kuansing akhir-akhir ini.
    Kabut asap tipis sudah mulai terasa, belum lagi debu-debu yang bertebaran akibat banyaknya jalan yang rusak, tetapi hal yang paling utama yang harus di perhatikan pihak pemerintah adalah tentang keberadaan masyarakatnya yang selalu merambah hutan untuk di jadikan areal perluasan perkebunan baik itu perkebunan Swasta maupun masyarakat dan secara tidak langsung hasil dari perambahan hutan tersebut akan dibakar dan selanjutnya akan di jadikan areal perkebunan. Manusia tidak pernah memikirkan efek dari perambahan hutan yang di lakukannya itu akan mengakibatkan Global Warming, Adapun Global Warming ini sangatlah berbahaya untuk kita semua. Selain dari perambahan hutan Global Warming juga di sebabkan oleh banyaknya manusia sekarang yang menggunakan kendaraan yang berbahan bakar minyak dan akan mengeluarkan gas pembuangan berupa CO2 dan CO, yang mana gas-gas ini bila dalam jumlah yang besar dapat menimbulkan efek gas rumah kaca yang akhirnya membuat terjadinya global warming semakin parah. Selama kita masih bisa untuk menggunakan kendaraan umum gunakanlah kendaraan umum, dan gunakan kendaraan pribadi saat kita memang benar-benar membutuhkannya. Jika terjadi Global Warming maka itu harus menjadi tanggung jawab kita masing-masing dan semua masyarakat juga harus berperan aktif untuk mencegah atau memperlambat proses Global Warming dengan cara tidak melakukan aksi Perambahan Hutan secara liar dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Semua tindakan yang di lakukan manusia tidak pernah menyadari bahwa yang di lakukannya tersebut sebenarnya sangat membahayakan bumi kita ini. Kebanyakan manusia yang melakukan tindakan ceroboh tersebut hanya memikirkan keuntungan sesaat, namun tidak memikirkan kerugian yang dapat di timbulkan dalam jangka waktu yang panjang. Kalau di lihat dari kondisi Kabupaten Kuansing saat ini sangatlah memprihatinkan karena perambahan hutan yang terjadi kian hari semakin semarak. Sebenarnya memang telah ada sanksi yang di tetapkan oleh Pemerintah dan pihak berwajib akan mengambil tindakan kepada pelaku pembakaran hutan agar Riau dan khususnya Kab.Kuansing dapat terbebas dari kabut asap nantinya.
    Tetapi semua itu hanya teori belaka, namun kenyataanya praktek pembakaran hutan yang di lakukan sudah berlangsung bahkan masyarakat telah melakukan perambahan hutan secara terang-terangan dan belum ada mendapat teguran prihal perambahan hutan tersebut. Seperti yang telah di tinjau oleh tim wartawan SRR baru-baru ini begitu kelihatan sangat jelas banyak hutan yang di babat habis oleh masyarakat untuk disulap menjadi areal perkebunan pribadi tanpa menghiraukan lingkungan dan masyarakat sekitarnya sampai saat berita ini di turunkan watawan SRR masih mencari tahu apakah hutan tersebut masih hutan lindung atau pun hutan masyarakat. Karena itu semua masih belum jelas setatusnya yang terjadi tepatnya di sekitar Desa Sitiang dan Desa Muarapetai terhampar di pinggiran Sungai Batang Pranap.
    Adapun cara untuk mencegah dan memperlambat proses Global Warming dan terjadinya erosi sebaiknya kita sebagai masyarakat yang tinggal di lingkungan kaya akan alam yang beraneka ragam jenisnya harus tetap menjaga keasrian alam kita, bukan malah merusaknya. Rasanya sangat di sayangkan apabila harus di rusak oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Dan untuk mengatasi hal tersebut di butuhkan kesadaran masyarakat masing-masing agar tidak melakukan aksi pembakaran dan perambahan hutan yang sangat berbahaya dan sebaiknya di lakukanlah sistem Reboisasi (penanaman kembali hutan gundul) agar tidak terjadi erosi di kemudian hari dan mengurangi tingkat penggunaan kendaraan pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar