Kamis, 17 April 2014

55 Peserta Ikut Seleksi Pendamping PKH, 25 Peserta Mengundurkan Diri

BENGKALIS - SRR

Asisten Tata Praja Setdakab Bengkalis H Huzaini saat membuka seleksi rekruitmen pendamping dan operator Program Keluarga Harapan PKH Dirjen Pelindungan dan Jaminan Sosial Kementrian Sosial RI di Bengkalis 55 Peserta Ikut Seleksi Pendamping PKH, 25 Peserta Mengundurkan Diri   Sebanyak 55 peserta mengikuti seleksi rekruitmen pendamping dan operator Program Keluarga Harapan (PKH) Dirjen Pelindungan dan Jaminan Sosial Kementrian Sosial RI. Proses seleksi dimulai Rabu (16/4) dan dibuka secara resmi oleh Asisten Tata Praja Setdakab Bengkalis, H Huzaini. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Huzaini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementrian RI khususnya Direktorat Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial karna pada tahun ini dapat mengalokasikan program keluarga harapan untuk seluruh Kecamatan Se-Kabupaten Bengkalis.
Ucapan terima kasih juga kepada Dinas Sosial Provinsi Riau yang juga sudah mendukung dan merekomendasikan Kabupaten Bengkalis untuk mendapatkan program ini. Huzaini mengatakan, Pemkab Bengkalis menyambut baik program tersebut, karena merupakan salah satu upaya Pemerintah RI dalam rangka memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin sekaligus meningkatkan akses mereka terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan. Sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.

    Menurut Huzaini, setidaknya ada 5 komponen MDGs (Millenium Development Goals) yang didukung melalui PKH yaitu pengurangan penduduk miskin ekstrim dan kelaparan, pencapain pendidikan dasar, kesetaraan gender, pengurangan angka kematian bayi dan balita pengurangan kematian ibu melahirkan. Pada tahun 2014, sambung Huzaini, Pemkab Bengkalis sudah menyiapkan sharing dana, karena mengingat program ini memberikan kontribusi positif bagi upaya penanggulangan kemiskinan di daerah dan sekaligus membuka kesempatan lapangan kerja. Melalui program ini dibuka lowongan kerja untuk para sarjana dari daerah setempat menjadi Pendamping dan Operator Program Keluarga Harapan dari Kementrian Sosial RI. Untuk itu harus dilaksanakan seleksi yang benar-benar selektif dalam melahirkan pendamping yang profesional dan potensial.

    “Bagi para peserta yang nantinya dalam seleksi ini yang lulus tunjukkan kinerja yang baik agar tetap dikontrak menjadi Pendamping dan Operator PKH,” papar Huzaini Pembukaan seleksi tahap II rekruitmen Pendamping dan Oprator Program Keluarga Harapan ( PKH ) dilaksanakan di Badan Diklat. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Darmawi, panitia dari Dinas Sosial Provinsi Riau, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, dan pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Panitia melaporkan kalau awalnya jumlah peserta sebanyak 80 orang. Namun sebanyak 25 orang mengundurkan diri sehingga sisa peserta yang ikut seleksi sebanyak 55 orang. Dari jumlah tersebut diambil sebanyak 18 orang sebagai tenaga pendamping dan 1 orang sebagai operator. Tim penguji dipimpin oleh DR Dewi Wahyuni MP. (Humas)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar