Kamis, 12 Desember 2013

MENDISIPLINKAN KARYAWAN

MANDAU-SRR (*003)

Setiap Perusahaan tentu ingin maju dan mendapatkan keuntungan yang signifikan, dalam usaha mendorong pencapaian tersebut tentunya dibutuhkan sistem dan menajemen yang baik dari seorang pengusaha. untuk mencapai usaha tersebut hal yang paling diperhatikan adalah Kualitas dari tenaga kerja. setiap menajemen memiliki cara dalam memilih kandidat-kandidat untuk dapat bekerja dan membantu perusahaan / bidang usaha untuk pencapaian tersebut, setelah menjadi karyawan tentunya banyak cara untuk mendidik dan melatih maupun mengarahkan karyawan untuk benar-benar sanggup menjalankan pekerjaan agar mencapai hasil maksimal. salah satunya adalah KEDISIPLINAN.

Tahapan mendisiplinkan karyawan tergolong menjadi 2, yaitu:
 1. Disiplin Prepentiv
Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai standart dan aturan, sehingga penyelewengan dapat dicegah. Sasaran pokoknya adalah untuk mendorong disiplin diri antara para karyawan, dengan cara ini para karyawan menjaga disiplin diri bukan semata-mata karena dipaksa menajemen. menajemen mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan suatu iklim disiplin Preventive dimana berbagai Standart diketahui dan dipahami. mereka juga perlu mengetahui alasan yang melatar belakangi suatu standart agar mereka dapat memahaminya.
2. Disiplin Korektif
         Kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran terhadap aturan dan mencoba untuk menghindari pelanggaran lebih lanjut. kegiatan korektif sering berupa suatu bentuk hukuman dan disebut tindak Pendisiplinan, sebagai contoh : Tindakan pendisiplinan bisa berupa peringatan atau skorsing. Maksud pendisiplinan adalah untuk memperbaiki kegiatan diwaktu yang akan datang bukan menghukum kegiatan dimasa lalu. Berbagai tindak pendisiplinan yaitu :
*        Teguran secara lisan oleh personalia/ HRD.
*        Terguran tertulis dengan catatan dalam File/berkas Personalia/HRD.
*        Skorsing dari pekerjaan selama satu sampai tiga hari.
*        Skorsing selama satu minggu atau Lebih.
*        Diturunkan Pangkatnya.
*        Dipecat.

Kedisiplinan karyawan merupakan salah satu faktor untuk mencapai keberhasilan perusahaan karena tanpa disiplin yang baik, maka sulit perusahaan untuk mewujudkan tujuannya. Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan. Tujuan yang akan dicapai jelas dan ditetapkan secara ideals erta cukup menantang bagi kemampuan karyawan. hal ini berarti bahwa tujuan atau pekerjaan yang dibebankan kepada seorang karyawan harus sesuai dengan kemampuan kepada yang bersangkutan agar dia bekerja sungguh-sungguh dan berdisiplin baik untuk mengerjakannya dan bekerja secara efisien. Kutipan : Fanroyen, TM (HSE)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar