Sabtu, 07 September 2013

PENYELUDUPAN BAWANG MERAH DARI MALAYSIA ”MENJAMUR”

PENYELUDUPAN BAWANG MERAH DARI MALAYSIA KE KECAMATAN BUKIT BATU,”MENJAMUR”

  • RUGIKAN NEGARA YANG BERDAMPAK KEPADA PETANI BAWANG YANG ADA DI PROVINSI RIAU
  •  DIDUGA ADA MAIN MATA ANTARA PIHAK SYAHBANDAR,BEA CUKAI DAN JUGA APARAT KEPOLISIAN 
  •  KETUA DPW PROVINSI RIAU LPPTIPIKOR MENGECAM KERAS PERBUATAN TERCELA TERSEBUT.
S.HARAHAP-SRR BENGKALIS

      Maraknya penyeludupan Bawang Merah yang berasal dari Negara tetangga kita yaitu Negara Malasya sudah sangat meresahkan Petani Bawang Merah yang ada di Provinsi Riau ini dan Penyeludupan Bawang Bawang tersebut seperti sudah terorganisir dengan sempurna,sehingga tidak tercium dalam melaksanakan kegiatan Illegal tersebut,sampai akhirnya media SBN menemukan tempat berlangsungnya kegiatan Illegal tersebut dan terungkapnya aksi aksi penyeludupan tersebut berkat informasi dari beberapa masyarakat yang merasa sedih melihat kegiatan itu sehingga merugikan Negara dan juga masyarakat Petani bawang Merah.dan menurut penelusuran media SBN bahwa Sungai Bukit Batu adalah tempat yang sangat Strategis dalam melangsungkan kegiatan penyeludupan dan sungai Bukit Batu ini masih dalam kawasan Temiang dan anehnya kegiatan tersebut jelas melanggar Hukum tapi mana para Penegak Hukum kita itu??dan dalam hal ini Ketua DPW Provinsi Riau,Lembaga Pengawasan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi(LPP-TIPIKOR)Bapak Syahmuliyadi Harahap mengatakan”Sudah jelas Rakyat miskin meningkat di NKRI ini dan itu akibat ulah para elit Politik yang suka mengambil yang bukan Haknya dan di tambah marak dan menjamurnya Para KORUPTOR mulai dari kalangan Pejabat tingkat Kecamatan,Kabupaten,Provinsi dan sampai ke Pusat dan bila masing masing tidak memiliki kesadaran maka kita tunggulah kehancuran dari Bangsa yang kita Cintai ini,Negara Kita Berlambangkan PANCASILA tapi masih adakah para Pejabat ini yang mengerti dari LAMBANG NEGARA tersebut,belum lagi dalam pengertian dari tiap-tiap silanya dan juga butir2nya serta Amandemenya dan menurut saya para Pejabat sekarang perlu mengikuti Penataran Penataran P4 lagi seperti dulu karena sudah banyak kita lihat para Pejabat sekarang ini menjadikan TUHANYA adalah HARTA KEKAYAAN yang akhirnya akan berakhir di PENJARA karena harus berurusan dengan KPK dan saya juga sangat mengharapkan kepada Instansi terkait seperti Pihak Syahbandar,Bea Cukai dan Juga Aparat Kepolisian bekerjalah secara Profesional,jangan hanya bisa memproses masalah yang kecil saja yang jelas tidak ada uang masuknya dan jika kasus besar dan besar pula uang masuknya maka semua menutup mata dan kasus ini akan kami bawa dan giring agar sampai ke pihak yang berkompeten yang akan memprosesnya”cetus pak Harahap.

 
         Seusai minta tanggapan dari Ketua DPW Provinsi Riau LPP-TIPIKOR SBN coba hubungi pihak-pihak terkait menyangkut masalah Penyeludupan Bawang Merah tersebut dan salah satunya Pihak Bea Cukai Kabupaten Bengkalis serta Kapolsek Bukit Batu melalui Via Hp dan sampai berita ini di terbitkan tanggapan serta respon dari mereka tidak ada,jadi semakin besar dugaan masyarakat serta sosial kontrol kalau penyeludupan ini sudah sangat terorganisir dan menurut penuturan beberapa masyarakat pembongkaran atau pemindahan barang-barang seludupan tersebut di Bongkar dari kapal pengangkut pada malam hari dan LANGSUNG DI MASUKKAN PADA MOBIL-MOBIL  COLT DISEL YANG SUDAH DI PERSIAPKAN SEBELUM KAPAL  YANG MEMBAWA BARANG SELUDUPAN TERSEBUT SAMPAI dan DARI PENGAMATAN WARGA,SEMENJAK BULAN PUASA HINGGA BULAN HARI RAYA INI SUDAH BERPULUH-PULUH TON BAWANG MERAH TERSEBUT DI SELUDUPKAN DARI MALAYSIA LEWAT BUKIT-BATU KE DAERAH RIAU PADA UMUM NYA,SEBAB KATA WARGA ADA YANG MEMBEKING NYA MAKANNYA PENYELUDUPAN berjalan mulus tidak ubahnya melintas di Jalan Tol(Bebas Tanpa Hambatan).

Dan untuk keperluan pemberitaan media ini coba Konfirmasi ke Kapolres Bengkalis,Bapak Ulung Sampurna melalui Via Hp,Apa tanggapan dan reaksi setelah masyarakat merasa resah dan Negara di rugikan dan sampai berita ini di terbitkan tidak ada respon sama sekali.

Suara Rakyat Riau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar