Senin, 09 September 2013

DUNIA PENDIDIKAN DI KECAMATAN PINGGIR DI DUGA ALIH FUNGSI MENJADI AJANG BISNIS





  DUNIA PENDIDIKAN DI KECAMATAN PINGGIR DI DUGA ALIH
                          FUNGSI MENJADI AJANG BISNIS

Suripno-SRR
Pinggir

   Bagaimana tidak semakin bobrok dan hancur masa depan Negara dan bangsa ini karena dunia pendidikan yang seharusnya mendidik ke arah yang benar dan baik namun menurut penelusuran SRR di lapangan,akibat pembiaran dari Kadis Pendidikan dan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pinggir maka beberapa Kepala Sekolah mulai dari tingkat Sekolah dasar sampai jenjang Sekolah Menengah Atas sederajat banyak diduga melakukan penyalah gunaan jabatanya dengan merugikan Murid/Siswanya sendiri seperti contoh Kepala Sekolah SMAN 5 Pinggir yang sudah berkali kali pemberitaanya dinaikkan di beberapa Media yang ada di Kabupaten Bengkalis ini namun sepertinya Pihak UPTD dan Kadis tidak mau peduli dan seolah olah tutup mata dengan kejadian yang menimpa salah seorang siswa SMAN 5 agar bisa mengikuti ujian terpaksa harus menyerahkan BPKB Sepeda Motor dan Surat Tanah sebagai agunan kepada Kepala Sekolah dengan perantara guru sekolah itu sendiri,apakah semua struktur ini sudah terkontaminasi permainan skandal Korupsi???malah dengan naiknya pemberitaan SMAN5 ini pihak Sekolah dan Kepala Sekolah merasa di atas angin dan kebal Hukum karena sudah berkali kali di beritakan pihak terkait yang berkompeten dengan masalah tersebut tidak ada terpantau untuk mengambil tindakan dan kebijakan dan ini masih masalah SMAN5 yang terungkap kalau menurut penelusuran SBN untuk Kecamatan Pinggir masih sangat banyak Kepala Sekolah yang bermasalah dengan menyalah gunakan jabatanya dalam mengambil keputusan dan menerapkan peraturan di sekolahnya tanpa mengindahkan peraturan dan surat edaran dari Dirjend Pendidikan dan Mendikbud.
  
 Kalau Pemerintah tidak mau melirik permasalah yang terjadi di dunia pendidikan di Kecamatan Pinggir ini maka di perhitungkan jumlah anak yang sepatutnya sudah masuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama serta Sekolah Menengah Atas/sederajat akan tidak akan bersekolah lagi dan program Pemerintah Wajib Belajar 12 Tahun akan sia sia atau gagal dan yang akan terjadi tingkat buta huruf akan semakin besar,pengangguran akan semakin tinggi dan angka kejahatan akan memuncak karena untuk memasukkan anaknya bersekolah sudah banyak para orang tua siswa/murid yang mengeluh belum lagi peraturan Kepala Sekolah yang mencekik leher dan diperkirakan untuk Kecamatan Pinggir dana BoS tidak tepat sasaran malah menjadi ajang serta peluang untuk memperbanyak keuntungan pribadi yang berujung kepada Korupsi karena menurut beberapa nara sumber banyak para Kepala Sekolah yang memanipulasi tanda tangan Bendahara dalam pengambilan dana BoS tersebut dan rata rata yang mengambil dana BoS tersebut bukan lagi Kepala Sekolah dengan Bendahara melainkan Kepala Sekolah nya saja dan dalam permainan ini sepertinya sudah terjadi persekongkolan rahasia antara Kepala Sekolah dengan Pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Pinggir,kalau sudah seperti ini bagaimana lagi para generasi penerus bangsa ini bisa bersaing ilmu skala Internasional karena di tingkat Sekolah Dasar saja sudah diajarkan yang tidak baik dan untuk menyikapi permasalahan yang terjadi di Kecamatan Pinggir ini SBN coba berbincang dengan salah seorang Tokoh Masyarakat Pinggir dan beliau mengatakan”Memang sudah sepantasnya dunia pendidikan di Kecamatan Pinggir ini mendapat perhatian khusus dari tingkat Kecamatan sampai tingkat pusat karena kami menilai yang terjadi di Sekolah bukan lagi Belajar Mengajar melainkan bagaimana caranya agar anak anak generasi penerus bangsa ini berbohong baik kepada guru dan juga orang tuanya sendiri dan harapan saya agar sistim di dunia Pendidikan yang ada di Kecamatan Pinggir ini bisa di Reformasi dan kembali ke kodratnya namun itu semua tidak bisa terjadi kalau tidak ada kerja sama antara pihak UPTD dan Kadis Pendidikan,kalau sekarang sedang marak masalah korupsi kalau bisa di dunia pendidikan jauhkanlah cara dan praktek dari korupsi itu karena itu adalah malapetaka yang besar nantinya baik buat masyarakat dan juga Bangsa yang kita cintai ini dan kata terahir marilah kita mulai berbenah lagi kedepan yang lebih baik agar para anak anak generasi penerus bangsa ini bisa mencapai cita cita nya kelak”ungkap beliau.  

Suara rakyat riau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar